Selasa, 01 Mei 2012

Tips di Sukai Banyak Orang

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Siapa sih dari kita yang tidak ingin disukai oleh banyak orang? Setiap individu yang suka bersosialisasi tentunya ingin diterima dan disukai oleh lingkungannya. Karena dengan disukai banyak orang, maka dalam berinteraksi kita akan menjadi semakin enjoy. Tidak ada rasa curiga, tidak ada rasa iri dan dengki serta tidak ada perasaan tidak enak di dalam hati orang-orang yang menyukai kita.

Sebetulnya ada cara yang sederhana agar kita disukai banyak orang. Dalam buku Best Seller "Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain" karya Dale Carnegie disebutkan, untuk membuat orang lain menyukai kita adalah dengan cara :

"Memperlakukan mereka seperti kita ingin diperlakukan".

Meski sederhana namun dalam aplikasinya di kehidupan sehari-hari, cara ini begitu sulit karena membutuhkan pengorbanan untuk melakukannya. Mengapa saya katakan sulit dan membutuhkan pengorbanan? Karena seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk egois.

Dalam buku ini juga mengajarkan kepada kita semua melalui sebuah ungkapan bijak, "Jika ingin mendapatkan madu, jangan tendang sarang tawonnya". Maksud dari ungkapan tersebut adalah jika kita ingin mendapatkan respek dan disukai orang lain, maka jangan pernah menyinggung perasaannya. Apalagi sampai menyakiti fisiknya dengan cara memukul, menampar, mencakar, atau dengan jurus apapun yang kita kuasai.

Untuk itu Dale Carnegie memberikan 6 Tips kepada kita, agar menjadi insan yang disukai oleh orang lain:

1. Berminatlah pada orang lain dengan tulus ...

Jika kita mengharapkan orang lain menyukai kita, maka tumbuhkanlah minat terhadap orang lain. Hargailah orang lain seperti kita menghargai diri sendiri, karena dengan menghargai orang lain tidak akan pernah mengurangi harga diri kita sendiri.

2. Tersenyumlah pada semua orang ...

Setiap kali kita berjumpa dengan orang, baik yang kita kenal maupun tidak, berusahalah untuk melempar senyum kepada mereka. Sebab dengan memberi senyuman akan membuat suasana menjadi lebih cair dan bersahabat.

Orang yang tidak kita kenalpun jika diberi senyuman, pasti mereka juga akan membalas senyum kita (terkecuali orang yang sedang mengalami gangguan mental).

Bahkan mereka akan mengingat-ingat kembali, "Pernah berjumpa dimana ya dengan orang ini?", padahal tidak pernah berjumpa sekalipun.

3. Berusaha mengingat nama orang lain ...

Nama adalah identitas diri yang paling berharga melebihi pangkat dan titel. Untuk itu usahakan menyebut nama jika kita memanggil atau berbicara dengan orang yang kita kenal. Jangan memanggil dengan julukan yang tidak dia sukai, apalagi menggantinya dengan nama binatang seperti "anjing" atau "babi".

4. Jadilah pendengar yang baik ..

Pada saat kita mengobrol dengan orang lain, usahakan untuk tidak mendominasi pembicaraan. Apalagi yang kita bicarakan adalah tentang diri kita, keluarga kita, hobi kita dan kesuksesan kita. Lama-lama orang akan menjadi bosan dan menganggap kita sok pamer.

Belajarlah menjadi pendengar yang baik, dengan memberi kesempatan kepada orang lain untuk bercerita lebih banyak. Jika dia adalah orang pendiam, kita bisa memancing pertanyaan umum tentang dirinya, keluarganya atau aktivitasnya.

Hindarilah pertanyaan yang bersifat privasi seperti: gajinya berapa?, istrinya berapa? dan sejenisnya.

5. Bicarakan minat orang lain ...

Di setiap perbincangan apapun dan dimanapun, sebisa mungkin kita kurangi cerita yang hanya kita minati. Biarkan orang lain yang bercerita tentang minatnya, karena itu akan membuat dia merasa dihargai. Jika minat yang dia bicarakan kita tidak tahu banyak, maka kita jawab saja sebatas yang kita tahu. Jangan menjadi PERSOTI (Pekumpulan Orang Sok Tahu Indonesia), karena justru mengesankan kita ngawur dan mengada-ada. Belajarlah berbicara menurut sudut pandang orang lain, bukan hanya sudut pandang kita sendiri.

6. Buatlah orang lain merasa penting ...

Dengan siapapun kita bersosialisasi, janganlah pernah memandangnya karena usia, status sosial, jabatan, dan apapun strata yang melekat pada dirinya. Buatlah orang lain merasa penting dan kita lakukan itu dengan tulus. Meski yang kita temui atau kita ajak bicara adalah tukang sampah, maka berikanlah penghargaan kepadanya tanpa melihat status pekerjaannya.

Bayangkan saja jika tidak ada orang yang menjadi tukang sampah, depan rumah kita akan menjadi seperti TPA (Tempat Pembuangan (sampah) Akhir).

Dengan menerapkan 6 tips yang diberikan Dale Carnegie ini, akan membuat kita menjadi orang yang ramah. Tapi seperti saya ungkapkan di awal, bahwa untuk menerapkan tips ini tidak mudah dan membutuhkan pengorbanan.

Dan pengorbanan yang terbesar adalah kita dituntut untuk menurunkan ego kita. Karena tanpa menurunkan ego sedikitpun, mustahil kita bisa menerapkan tips-tips yang diajarkan oleh penulis yang bukunya menjadi panduan bagi kebanyakan orang sukses di dunia tersebut.

Memang teori ini tidak akan bisa dibuat untuk menghitung rangka beton, menentukan kecepatan mesin, mengukur aerodinamis sebuah mobil, mengoptimasi serta mempercantik blog dan ilmu tekhnik lainnya.

Namun apa guna kita menjadi orang yang pandai dan mampu menciptakan produk jika kita tak mampu memasarkannya? Karena untuk memasarkan produk butuh relasi dan berhubungan dengan orang lain.

Cepat atau lambat, kita akan membutuhkan ilmu tentang bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain

Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah ...

** Sumber : arie5758.blogspot.com

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/

Minggu, 29 April 2012

SEDIKIT TIPS UNTUK MENGHAPUS KESEDIHAN HATI

Pernahkah kita merasa sedih dan tidak punya teman? Merasa sendiri dan tidak punya daya apa pun untuk bertahan? Pernahkah kita merasa bahwa hidup sudah tidak berguna dan kita yang hidup di dalamnya adalah sia-sia saja dan memalukan? Atau kita merasa sepi dan sesak, masalah seakan tak ada habisnya dan kitalah manusia paling sial di dunia ini?

Di saat kita merasa sulit, di saat itulah Allah menguji ketangguhan kita sebagai hamba-Nya yang seharusnya tidak menyerah pada keadaan. Di saat kita merasa sedih, di saat itulah Allah memberi tes apakah kita bisa tetap semangat dalam menjalani hidup kita. Dan di saat kita merasa sepi sendiri, di saat itulah Allah membisikkan kepada kita bahwa kita sudah membuat jarak dengan-Nya, padahal Allah tidak akan pernah lalai dalam menemani (baca: mengawasi) kita, sehingga sebenarnya kita tidaklah sendiri, Allah tidak akan pernah pergi. ^^ Insya Allah..

Kawan, tahukah kita, siapa sih makhluk yang paling sial? *aku juga tanya-tanya nih, hehe. Apakah kita yang sedang dirundung masalah dan kesedihan yang dalam? Jika benar, maka ada anak jalanan yang benar-benar tidak mengerti arti kebahagiaan. Atau kita yang tidak disenangi atau dibenci satu dua orang? Maka ada orang yang jutaan umat membencinya, *waah siapa tuh ya? Apakah orang yang masuk penjara karena difitnah? Jika benar, maka ada orang yang diberi hukuman mati sehingga tidak bisa lagi merasakan nikmatnya nafas. Apakah orang yang tidak tahu siapa orang tuanya? Jika benar, maka ada orang yang bahkan tidak tahu siapa dirinya (baca: orang gila). Apakah orang yang bodoh dan tidak bisa membaca? Jika benar, maka ada orang yang tidak bisa bicara dan melihat. Subhanallah, ^^ sungguh syukurlah yang patut kita haturkan pada Yang Memberi Kita Hidup.

Lalu, siapa sih yang paling sial di hidup ini? Bisa kita menyebutkan manusia mana yang paling sial di dunia ini? Jika kita mau mereka, maka orang yang paling sial adalah yang sakit-sakitan, tidak bisa bicara, buta dan tuli, tidak tahu siapa orang tuanya, tidak punya tempat tinggal, tidak punya uang se-rupiah pun, dan yang lebih menyakitkan adalah orang yang tidak diberi hidup yang kuat, dia hanya bisa bernafas tersengal-sengal dan memiliki jantung yang berdetak lamban. Sungguh menyedihkan sekali jika seseorang harus hidup menderita begitu..

Terus, apa lagi yang kita sesalkan tentang hidup ini? Apakah karena dompet lagi tipis abis sekarang? Maka masih banyak pengemis di luar sana yang hanya mengandalkan hidup dengan meminta. Apakah karena kita barusan dimarahi ibu? Maka masih banyak manusia yang tidak tahu siapa ibunya. Apakah karena kita hidup bersedih karena tidak punya sahabat? Maka masih ada yang orang bahkan tidak tahu siapa dia karena dia hanyalah gelandangan..

Kawan, sesial-sialnya hidup ini, ingatlah selalu, Allah tidak akan pernah membiarkan kita menjadi makhluk paling merana di dunia ini. Allah memberi kita masalah tentu karena kita diberi kemampuan untuk mampu menyelesaikannya.

Jika kesedihan hanya akan menjadi masa lalu, maka, kenapa harus dinikmati? ^^

O iya, mungkin ada yang nanya saat membaca tulisan ini, “Gimana ga sedih kalau gue ga dikasih tahu cara menghilangkannya?” Nah, pertanyaannya bagus tuh ^^, gimana caranya menghapus kesedihan itu?

Tidak gampang memang, tapi cobalah, semoga bisa membantu.. Aamiiin.. ^^

1. Banyak-banyak berdoa dan beribadah, sholat jangan tinggal karena bisa melapangkan hati kita, Insya Allah ^^ kalau bisa Alquran rajin dibaca dan perbanyak tahajud, *masya Allah, aku takut-takut ngemeng ini karena aku aja belum tentu rajin. >< Tapi semoga kita bisa meraihnya, aamiin.. J *amin-in juga yak ^^ hoho..

2. Saat kesedihan melanda, cobalah mengalihkan perhatian pada hal-hal yang membuat kita sibuk dan asyik. Misalnya membaca, nonton, tidur, jalan-jalan, makan enak, atau menulis *kayak aku, hoho. Intinya lawan yang bikin sedih dengan hiburan yang bikin seneng dan bermanfaat. Insya Allah kalau kita serius, pikiran kita akan kesedihan yang dalam itu akan perlahan memudar.

3. Kalau udah ga bisa, coba curhat. Tapi ingat, jangan malah update status di faceb**k dkk ^^ ga baik loh, demi menjaga izzah kita sebagai muslim. “Dia” dan teman-temannya bukan tempat umum yang baik untuk memberi tahu masalah-masalah kita.. ^^v Curhatlah dengan ibu, ayah, kakak, atau teman dekat.

Jika tidak punya atau tidak nyaman atau tidak ingin mereka tahu, curhatlah dengan sahabat setia, diary alias buku harian. *ampuh loh ^^ Namun teteeep.. Yang lebih utama adalah curhat sama Mpunya hidup, Allah swt. ^^ Dialah yang Maha Mengerti dan Menguasai hati dan perasaan kita, teman.. Allah.. Indah sekali menyebut nama-Nya ..

4. Kalau kita merasa, “Aku butuh banget teman yang bisa diajak curhat, mengerti aku, dan bisa menghapus kesedihanku yang sudah demikian dalam ini.” Ingatlah saudaraku, jika bukan kita sendiri yang bangkit dari reruntuhan semangat kita, siapa lagi? Orang lain cuma bisa membantu dan memberi saran dan sandaran bahu jika kita menangis, tapi sesungguhnya peran utama dalam sandiwara kehidupan ini adalah kita sendiri. ^^

5. Yang terakhir yang bisa aku sarankan, tersenyumlah. Ingat-ingatlah masa-masa bahagia yang membuat hati terasa hangat dan nyaman. Ingatlah impian-impian kita yang mungkin belum terwujud. Dan yang paling penting, syukurilah apa yang ada *kayak nyanyi D’M*ssive hoho ^^. Kita bukanlah orang paling sial ataupun paling merana. Buktinya kita masih punya media dan uang untuk terhubung pada internet sedang banyak anak-anak yang mesin tik aja kagak ngarti. Cobalah tersenyum walaupun pahit, insya Allah hati ini akan terasa lebih lapang, bukankah kata-kata om Nazrey di Raih*n “senyum di waktu susah tanda ketabahan”? ^^v

Wadow, aku kayak pak Mario Teguh aja yah, kasih ini kasih itu. Hoho. ^O^. Tapi jangan pernah kita memandang kata dari yang berkata, tapi pandanglah kata tanpa melihat siapa yang berkata.

Aku tutup celotehan saat kamu baca ini (baca:postingan) dengan sebuah kalimat karanganku *caelah, hehe:

“Ada saat kita harus bersedih, tapi jangan sampai kita tenggelam dalam .. Hingga tak sanggup lagi meraih permukaan .. Masih banyak anak di luar sana yang tak mampu meraih walau setitik kebahagiaan ..”

Semoga bermanfaat ^^ Aamiin ..

**~# Sumber : nopindra.wordpress.com

Selasa, 17 April 2012

Penantianmu Tak Akan Sia-sia Bila Kau Pasrahkan Pada-Nya.(Carita Menarik)__Silahkan di Share__


oleh Strawberry pada 17 April 2012 pukul 7:27 ·



 Maukah anti menantikan ana, ukhti? Ana pasti akan segera melamar setelah selesai kuliah” ujar seorang ikhwan dibalik hijab internet. Tak ada jawaban, sepertinya akhwat di sebrang sana sedang menimbang-nimbang.

“Tapi kalau antum justru memilih orang lain giman? Nanti ana nunggu lama ternyata antum nggak kunjung datang.”Akhwat ini masih berpikir yang masuk akal, belum dibutakan.
 “Nggak ukhti, andai anti tahu harapan ini begitu besar. Tapi tak mengapa kalau anti nggak menunggu ana, mungkin anti bukan jodoh ana. Semoga saja ana mendapatkan jodoh seperti anti, karena hanya anti yang ana harapkan untuk jadi ummi dari anak-anak ana kelak,” aku sang ikhwan.

 Luluhlah sudah mata dan hati sang akhwat dengan kata-kata pujangga, berhasilah sudah mereka membuat janji angan-angan yang tak pasti. Atau jangan-jangan itulah daya tarik syetan untuk mengawali sebuah hubungan yang memuakkan.
 Lain lagi dengan seorang akhwat yang sedang terlihat bersedih juga dibalik hijab Internet.
 “Mas, yakinlah aku akan menanti kedatanganmu.Aku akan menunggumu menyelesaikan kuliahmu,”aku sang akhwat sendu.
 “Aku yakin adik mampu,tapi banyak hal yang perlu pikirkan selain menanti kehadiranku. Laki-laki mana yang nggak senang kalau dinantikan kehadirannya. Cuma, kau berhak untuk tidak menantikanku ukhti. Kau tau, aku tak ingin terbebani rasa penantian,dimana ketika kau dan aku nggak berjodoh,mungkin akan terasa sakit,” balas seorang ikhwan disebrang sana.

“Tapi aku..”
 “Afwan dik,aku nggak mau memberimu harapan apa-apa dan aku juga nggak berharap terlalu banyak padamu. Dan maaf sekiranya hubungan ini, kau anggap sebagai harapan. Plis, jangan menantiku. Kau pun berhak bahagia, menantiku bukan pilihan untuk bahagia, karena semua masih gelap di depan sana.”
 Aku memang mencintaimu tapi aku juga berhak berharap ada cahaya di kegelapan. Tapi kau benar mas, tak ada kepastian di depan sana, karena aku dan kamu tak pernah tahu siapa jodoh kita kelak. Sedangkan harapan hanya keinginan manusia yang sering kali disusupi syetan. Ya, mungkin syetan tengah menyusupi hatiku dengan nafsu yang tak pernah aku sadari. Andai semua laki-laki paham arti penantian.

 Ya, andai semua laki-laki paham betapa beratnya rasa penantian yang kadang terasa amat panjang, dan tak jarang di akhir penantian ternyata menyakitkan.
 Aku nggak mau membahas siapa yang salah atau siapa menanti siapa, yang ingin aku bahas ketika kamu memberikan harapan untuk sebuah penantian, benarkah kamu akan mampu mewujudkannya?
 Menanti hanya teori yang terlihat begitu mudah,tapi faktanya nggak semudah membalikkan telapak tangan. Wajar kok, kalau setiap insan merindukan pendamping, menanti-nanti saipakah yang akan menjadi jodoh seumur hidupnya. Hanya saja akan menjadi nggak wajar ketika sebuah penantian menjadi bagian dari sebuah permainan.

 Permainan dua insan yang belum halal saling menanti dalam ketidakpastian, karena katanya cinta, katanya sayang, katanya dan katanya lagi dengan berbagai alasan, jadi nekat untuk tetap berjalan di lorong yang nggak pernah tahu dimana dan kapan sampai ujungnya. Dan kamu tahu, bagian ini lah yang paling disukai syetan.

 Karena dianggap saling menanti, pacaran berbungkus ta’aruf pun jadi, maksiat sudah nggak pernah dianggap lagi, pokoknya terobos halang rintang sekalipun melanggar syariat. Syetan tengah bekerja begitu mudahnya karena hatimu sudah nggak ada pelindungnya. Yang penting menyenangkan, padahal kamu nggak pernah tahu apa yang akan menantimu di depan.

 Benarkah jodohmu adalah dia yang kamu nantikan, setelah sekian lama kamu hanya saling sapa dengan obrolan sok manis, sok perhatian. Sayangnya, banyak dari mereka hanya ingin menggoda saja, bahkan cuma ingin menunjukkan kehebatan mereka dalam takluk menaklukkan. Dan bisa saja kamu menjadi salah satu korbannya.

 Mendingan kamu menantikan jodoh pilihan Allah Subhanahu Wa Ta’ala daripada hanya menantikan ketidak pastian, iya kalau dia ternyata jodohmu, kalau bukan? Penantian panjang yang sia-sia kan? Bersabarlah cantik,penantianmu tak akan pernah sia-sia jika kau pasrahkan pada-Nya.

 Bolehlah kalau kamu bilang itu salah satu ikhtiar, tapi pikirkanlah apakah tak ada ikhtiar yang lain sampai kamu rela menantinya? Bila itu bagian dari ikhtiar, kamu dan dia nggak akan menunda-nunda untuk segera menikmati kehalalan, bukan menikmati yang sebaliknya walaupun terlihat menyenangkan.
Cantik, menantilah di jalan yang diridhio Allah dan Dia akan menuntunmu pada penantian yang tak akan pernah menyakitimu. Hentikanlah untuk berharap pada kekosongan, yakinilah jika dia memang serius untuk menjalani sebuah hubungan, dia akan melamarmu bukan memberimu angan-angan. Sadarilah, jangan ragu menolak jalan yang nggak di ridhoi-Nya.

Ikhwan, kau sangat tahu banyak wanita sedang menanti kehadiranmu. Jangan kau manfaatkan kelemahan mereka sebagai pelampiasan kehebatanmu dalam menaklukkan mereka. Bukankah kau ingin mendapatkan wanita shalihah yang akan melahirkan generasi Rabbani yang memanggilmu ‘Abi’? Bagaimana mungkin kau akan mendapatkannya jika kau masih meruntuhkan harapan wanita-wanita yang sedang galau akan jodohnya? Janji Allah pastilah benar, bila kau mensholehkan diri,insya Allah kau pun akan mendapatkan yang sebanding denganmu.

Jikalau sesuatu dimulai dengan yang tidak baik maka hasilnya pun akan jauh dari kata baik, namun jika sesuatu dimulai dengan yang baik sesuai syariat yang Allah berikan,insya Allah akhirnya pun pasti membuatmu tersenyum cantik..

Selengkapnya Kunjungi Blog Kami SEHB : andikaalbanjariiiyahoocom.blogspot.com